Model Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition)

Rate this item
(2 votes)
Model Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition)

Model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated and Composition) merupakan pembelajaran terpadu yang terutama diperuntukkan pada mata pelajaran yang menggunakan bahasa dalam rangka membaca dan menemukan ide pokok, pokok pikiran, atau tema sebuah wacana. Maksudnya adalah peserta didik membaca materi yang diajarkan, selanjutnya menuliskannya ke dalam bentuk tulisan yang dilakukan secara kooperatif. Model pembelajaran CIRC ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca dan menerima umpan balik dari kegiatan membaca yang telah dilakukan.

Secara umum, model pembelajaran CIRC dapat diartikan sebagai suatu model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis, di mana peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dalam membaca dan menulis, serta memahami kosa kata berikut seni berbahasa.

Fokus utama dari kegiatan-kegiatan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) adalah membuat penggunaan waktu tindak lanjut menjadi lebih efektif. Para peserta didik yang bekerja di dalam tim-tim kooperatif dari kegiatan-kegiatan ini, dikoordinasikan dengan pengajaran kelompok membaca, supaya memenuhi tujuan dalam bidang-bidang lain seperti pemahaman membaca, kosakata, pembacaan pesan dan ejaan.

Robert E. Slavin, dalam bukunya yang berjudul "Cooperative Learning : Theory, Research, and Practice", menyebutkan bahwa  Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) adalah suatu program yang komprehensif untuk mengajari pelajaran membaca, menulis, dan seni berbahasa pada kelas yang lebih tinggi di sekolah dasar.

Prinsip Model Pembelajaran CIRC

Prinsip model pembelajaran CIRC ini sejalan dengan empat pilar pendidikan yang digariskan oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) dalam kegiatan pembelajaran, yaitu :

  1. Learning to know (belajar untuk mengetahui).
  2. Learning to do (belajar untuk berbuat).
  3. Learning to be (belajar untuk menjadi diri sendiri).
  4. Learning to live together (belajar untuk hidup dalam kebersamaan).

Komponen Pembelajaran CIRC

Menurut Robert E. Slavin, komponen dalam model pembelajaran CIRC adalah :

  1. Teams, yaitu pembentukan kelompok yang heterogen (campuran), yang terdiri dari 4 - 5 peserta didik.
  2. Placement test, yaitu pemberian tes kepada peserta didik untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan peserta didik dalam bidang tertentu.
  3. Student creative, yaitu pelaksanaan tugas dalam sebuah kelompok dengan menciptakan kondisi di mana keberhasilan setiap individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan dari kelompoknya.
  4. Team study, yaitu tahapan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok peserta didik. Guru hanya akan memberikan bantuan kepada kelompok yang membutuhkannya.
  5. Team scorer and team recognition, yaitu pemberian nilai dan penghargaan terhadap hasil kerja peserta didik dalam kelompok.  
  6. Teaching group, yaitu guru memberikan materi secara singkat dan jelas saat pemberian tugas kelompok.
  7. Facts test, yaitu pelaksanaan test (ulangan) yang didasarkan pada materi (fakta) yang telah diperoleh atau dipelajari oleh peserta didik.
  8. Whole class units, yaitu pemberian rangkuman materi oleh guru setelah proses pembelajaran telah mencapai akhir dengan strategi pemecahan masalah.

Pengelompokan Pembelajaran CIRC

Berdasarkan keterpaduannya (integrated), Robin Fogarty dalam bukunya yang berjudul How to Integrate the Curricula, mengklaslifikasikan model pembelajaran CIRC menjadi beberapa kelompok, yaitu :

  1. Model dalam satu disiplin ilmu yang meliputi model keterhubungan (connected) dan model terangkai (nested).
  2. Model antar bidang studi yang meliputi model urutan (sequenced), model perpaduan (shared), model jaring laba-laba (webbed), model bergalur (theaded), dan model terpadu (integreted).
  3. Model dalam lintas siswa.

Tujuan Model Pembelajaran CIRC

Terdapat beberapa tujuan dari pelaksanaan model pembelajaran CIRC. Menurut  Robert E. Slavin, tujuan dari model pembelajaran CIRC adalah :

  1. Meningkatkan kemampuan dan kesempatan peserta didik dalam membaca serta menerima umpan balik dari kegiatan membaca.
  2. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami bacaan.
  3. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menulis dan seni berbahasa, sehingga peserta didik dapat merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi materi pelajaran yang dibacanya dalam bentuk tulisan dengan memakai bahasanya sendiri. 

Langkah-Langkah CIRC

Dalam model pembelajaran CIRC setiap siswa bertanggung jawab terhadap tugas kelompok. Setiap anggota kelompok saling mengeluarkan ide-ide untuk memahami suatu konsep dan menyelesaikan tugas, sehingga terbentuk pemahaman dan pengalaman dalam belajar. Secara umum, model pembelajaran CIRC dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok, di mana satu kelompok beranggotakan 4 - 5 orang peserta didik.
  2. Guru memberikan materi bacaan sesuai dengan topik pembelajaran.
  3. Peserta didik bekerja sama saling membacakan dan berusaha menemukan ide pokok dari materi bacaan tersebut serta memberikan tanggapan terhadap apa yang telah dibacanya dengan menuliskannya pada selembar kertas.
  4. Peserta didik mempresentasikan atau membacakan hasil dari diskusi kelompok, selanjutnya guru memberikan masukan yang bersifat menguatkan (reinforcement).
  5. Guru dan peserta didik membuat kesimpulan bersama.
  6. Penutup kegiatan.

Fase Model Pembelajaran

Terdapat lima fase dalam  model pembelajaran CIRC, yang didasarkan pada langkah-langkah model pembelajaran CIRC tersebut, yaitu sebagai berikut :

  • orientasi. Pada fase ini, guru melakukan apersepsi dan pengetahuan awal peserta didik tentang materi yang akan diberikan. Pada fase ini juga akan disampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan kepada peserta didik.
  • organisasi. Pada fase ini, guru akan melakukan beberapa hal, yaitu : 1. membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok dengan memperhatikan keheterogenan akademik. 2. membagikan bahan bacaan tentang materi yang akan dibahas kepada siswa. 3. menjelaskan mekanisme diskusi kelompok dan juga tugas yang harus diselesaikan selama proses pembelajaran berlangsung.
  • pengenalan konsep. Pada fase ini, akan dikenalkan suatu konsep yang mengacu pada hasil penemuan selama peserta didik melakukan eksplorasi terhadap materi bacaan. Pengenalan konsep dimaksud dapat berasal dari keterangan guru, buku paket, maupun media lain.
  • publikasi. Pada fase ini, peserta didik akan mengkomunikasikan hasil temuan-temuannya, membuktikan, dan memperagakan tentang materi yang dibahas baik dalam kelompok ataupun di depan kelas.
  • penguatan dan refleksi. Pada fase ini, guru akan memberikan penguatan berhubungan dengan materi yang dipelajari melalui penjelasan-penjelasan atau memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya peserta didik diberi kesempatan untuk merefleksikan dan mengevaluasi hasil pembelajarannya.

Kelebihan dan Kekurangan

Sebagaimana model pembelajaran yang lain, model pembelajaran CIRC juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan Dan kekurangan Model Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) adalah sebagai berikut :

  1. Kelebihan Model Pembelajaran CIRC

Beberapa kelebihan model pembelajaran CIRC adalah :

    1. CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) sangat tepat untuk meningkatkan ketrampilan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita.
    2. Dominasi guru dalam proses pembelajaran berkurang.
    3. Pelaksanaan program sederhana sehingga mudah diterapkan.
    4. Peserta didik termotivasi pada hasil secara teliti, karena belajar dalam kelompok.
    5. Para peserta didik dapat memahami makna soal dan saling mengecek pekerjaannya.
    6. Meningkatkan hasil belajar khususnya dalam menyelesaikan soal cerita.
    7. Peserta didik yang lemah dapat terbantu dalam menyelesaikan masalahnya.
    8. Peserta didik dapat lebih memahami makna dari soal yang dihadapi dan dapat saling mengecek hasil pekerjaannya dengan anggota kelompok yang lain.
    9. Memotivasi peserta didik untuk mencapai hasil yang lebih baik dan teliti, karena proses belajar dilakukan secara kelompok.
    10. Pelaksanaan program sederhana sehingga mudah diterapkan.
    11. Peserta didik dituntut untuk aktif, sehingga peran dan dominasi guru dalam proses pembelajaran berkurang.
  1. Kekurangan Model Pembelajaran CIRC

Pada dasarnya model pembelajaran CIRC hanya dapat diterapkan pada mata pelajaran yang menggunakan bahasa, sehingga model pembelajaran CIRC tidak dapat diterapkan pada mata pelajaran seperti matematika dan mata pelajaran lain yang menggunakan prinsip menghitung. Kekurangan lain dari model pembelajaran CIRC diantaranya adalah:

    1. Menimbulkan kesulitan apabila diterapkan pada peserta didik yang kurang bisa membaca.
    2. Menimbulkan kejenuhan dan kelelahan pada peserta didik apabila mereka diminta membaca terlalu banyak.
    3. Jika diterapkan terlalu sering peserta didik akan merasa bosan.

Demikian penjelasan berkaitan dengan Model Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) yang bisa penulis jabarkan. Semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Sumber Pustaka

  1. Abdullah, Model Cooperative Integrated Reading dan Composition (CIRC), (Yogyakarta: JurnalPendidikan Karakter, Volume 3, Nomor 2), 2016
  2. Slavin, Robert E, Cooperative Learning Teori, Riset Dan Praktik, Bandung: Nusamedia, cet. 6, 2010
  3. Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progesif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.
Read 138 times
Artikel Lainnya

MA AL Ahrom Karangsari

Madrasah yang berdiri sejak tahun 2009, terletak di jalan Nangka No. 45 Karangsari, Karangtengah, Demak.

DMCA.com Protection Status

Social Media Madrasah AL AHROM

Social Media Share Kami

facebook icon smallyoutube icon small

Mari Follow dan Ikuti setiap kegiatan MA AL Ahrom Karangsari di social media kami.