Budidaya Ikan Lele Dari Proses Hingga Keuntungannya

slide1
KARYA TULIS ILMIAH

Budidaya Ikan Lele Dari Proses Hingga Keuntungan

Laporan Ini Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menempuh Ujian Madrasah
Disusun Oleh :
Nama : Lutfi Hakim
NIS/NISN : 170759/0027240369
Program Studi : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL AHROM
MADRASAH ALIYAH AL AHROM KARANGSARI
TERAKREDITASI – B
Jl. Nangka No.45 Kelurahan Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak
Telp. (0291) 690355 Email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Website https://mas-alahrom.my.id/
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
 

BAB I
PENDAHULUAN BUDIDAYA IKAN LELE

  1. Latar Belakang Budidaya Ikan Lele

Tingkat kebutuhan pangan berupa protein hewani yang bersumber dari ikan akan terus meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan masyarakat untuk mencukupi protein hewani yang bersumber dari ikan, upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan usaha perikanan. Karena dalam kurun waktu mendatang diperkirakan hasil penangkapan ikan dari perairan umum maupun lautan akan semakin menurun. Usaha perikanan budidaya ikan lele merupakan upaya meingkatkan produksi perikanan melalui teknik budidaya yang intensif (intensifikasi perikanan) dan perluasan lahan perikanan (diversifikasi perikanan) dengan memanfaatkan berbagai sumber daya alam secara maksimal.

Untuk mencukupi kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani yang bersumber dari ikan,  beberapa upaya dapat dilakukan akan usaha perikanan budidaya dapat berkembang pesat salah satu komoditas perikanan air tawar mungkin karena permintaan pasarnya yang selalu tinggi tidak heran kalau pasoknya terus meningkat seriap hari alasannya tentu saja karena kandunga gizi tinggi serta harganya yang relatif murah sehingga bisa dinikmati hampir oleh semua kalangan.

Beragam jenis ikan tawar dapat dibudidayakan dan dikembangkan untuk memnuhi kebutuhan. Pangan protein hewani masyarakat namun dari sekian banyak jenis ikan air tawar tidak semuanya memenuhi serta masyarakat. Oleh karena itu, untuk memenuhi sasaran produksi ikan air tawar yang diperlukan oleh masyarakat. Maka perlu dilakukan dengan demikian pemilihan jenis ikan untuk suatu usaha yang sesuai dengan selera konsumen merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan usaha tani ikan.

  1. Rumusan Masalah

    • Bagaimana masyarakat kalikondang dalam membudidayakan ikan lele?
    • Bagaimana masyarakat kalikondang dalam meningkatkan hasil keuntungan dari tahun ke tahun?
    • Bagaimana proses pemeliharaan ikan lele pada kolam?
  1. Tujuan Penulisan

    • Mengidentifikasi jenis ikan lele yang mempunyai daya jual tinggi.
    • Melatih ketrampilan dalam membudidayakan ikan lele yang baik.
    • Untuk mengkaji dan menganalisa bagaimana proses budidaya ikan lele pada kolam.
  1. Manfaat Penulisan Pembudidayaan Ikan Lele

    • Meningkatkan keberanian dan juga mentalitas penulis sebagai bekal dalam menghadapi masa depan yang penuh persaingan.
    • Penelitian ini diharapkan mampu memberikan penjelasan bagaimana proses para nelayan dalam melakukan pemeliharaan ikan lele.
    • Dapat bermanfaat sebagai bahan referensi dalam penelitian ataupun penulisan karya tulis ilmiah kedepannya, sehingga bermanfaat bagi pembaca maupun adik-adik kelas selanjutnya.

BAB II
PEMBAHASAN BUDIDAYA IKAN LELE

  1. Landasan Teori

Ikan lele tergolong ikan tawar dan sudah sangat populer di tengah-tengah masyarakat dunia. Ikan lele sangat mudah dikenali dengan melihat bentuk fisik tubuhnya ia memeiliki ciri-ciri tubuh jelas khas dan sangat berbeda dengan jenis-jenis ikan air tawar lainnya. Di Indonesia dikenal ada dua macam ikan lele lokal dan lele dumbo. Ikan lele lokal merupakan ikan lele asli perairan Indonesia keberadaan lele lokal tersebut. Merata di perairan air tawar diseluruh wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke. Sedangkan lele dumbo merupakan ikan lele hasil persilangan antara lele asli dan air tawar dan lele asli dari Afrika.

Berdasarkan warna tubuhnya ikan lele dikenal ada empat macam yakni ikan lele yang berwarna hitam putih, belang-belang hitam putih, atau kuning dan merah. Namun, spesies yang umum dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat adalah berwarna hitam (black). Sedangkan, yang berawrna putih, belang-belang putih atau kuning dan merah dikenal sebagai ikan hias yang dipelihara di akuarium maupun di kolam-kolam taman. Dari berbagai sumber pustaka menyebutkan bahwa ikan lele yang bewarna putih dan merah banyak terdapat di benua Afrika.

Ikan lele memiliki bentuk tubuh agak bulat memanjang yang makin ujung makin mengecil dengan bentuk memipih, kepalanya, dan besar warna tubuh lele dumbo hitam ke abu-abuan dan bercak-bercak hitam putih. Bila terkena sinar matahari warna tubuhnya menjadi lebih pucat dan bagian perut lele dumbo berwarna putih warna lele lokal cenderung lebih gelap dan cenderung berwarna hitam dengan warna perut kuning keputihan.

  1. Deskripsi Data

  1. Mengenal Ikan Lele

Lele atau ikan lele adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang serta memiliki kumis yang panjang yang mencuat dari dari sekitar bagian mulutnya. Lele, secara ilmiah terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Ikan-ikan marga Clarias dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor. Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Hal ini dikarenakan kulitnya yang licin dan tidak bersisik tidak bisa terkena panas matahari yang berlebihan.

  1. Jenis Ikan Lele Yang Populer di Budidayakan dan Dikonsumsi

  1. Lele Dumbo

Lele dumbo mempunyai fisik yang mirip dengan bentuk lele lokal, hanya saja memiliki ukuran yang berbeda ukuran dari lele dumbo lebih besar, sebagai gambar saka lele dumbo yang berusia 2 bulan itu sama besarnya dengan lele lokal yang sudah berumur 1 tahun.

Keunikan dari ikan lele dumbo adalah ketika lele dumbo kaget atau sedang dalam kondisi terancam maka kulitnya akan bereaksi dan berubah warna mnejadi hitam atau putih. Soal rasa dari lele dumbo sebagai orang orang Indonesia menilai rasa daging lele dumbo terasa lebih lembek daripada lele lokal.

  1. Lele Lokal

Sebelum adanya lele dumbo dan lele lainnya. para peternak biasanya membudidayakan lele jenis ini, namun seiring perkembangan jaman dan munculnya jenis jenis ikan lele baru jenis lele lokal sudah jarang di budidaya. Lele lokal memiliki sirip atau patil yang berbahaya terutama pada lele lokal yang masih muda. Pertumbuhan lele lokal tergolong lambat untuk ukuran lele lokalnya saja masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan lele dumbo yang baru berumur 2 bulan.

  1. Lele Sangkuriang

Lele sangkuriang merupakan lele yang berasal dari perkawinan silang. Nama sangkuriang berasal dari kisah rakyat. Pada zaman dahulu dikalangan Jawa Barat jenis ikan lele sangkuriang memiliki sifat unggul seperti kemampuannya untuk bertelur mencapai 40 ribu setiap kali pemisahan. Selain itu lele sangkuriang tahan akan terhadap serangan penyakit dan dapat dipelihara di air yang minim serta kualitas rasa daging dan lele ini tak kalah rasa dengan lele dumbo.

  1. Lele Phyton

Lele phyton sendiri di hasilkan dari persilangan antara indukan betina lele eks Vietnam dengan indukan betina lele dumbo. Dari perkawin silangan tersebut menghasilkan ikan lele yang menyerupai ular phyton dengan ciri bentuk kepala pipih memanjang, mulut kecil dan warna hampir menyerupai ular phyton. Ciri khas dari lele ini adalah memmpunyai punuk di belakang kepala kemduian ekor bular dan sungut lebih panjang jika di banding dengan lele dumbo. Keunggulan dari lele phyton sendiri dapat dibudidayakan di daerah yang memiliki cuaca dingin, pertumbuhannya cepat dan seragam, tingkat kelangsungan hidup tinggi, tahan terhadap penyakit dan soal rasa dagingya gurih dan tidak lembek serta mendekati rasa ikan lele lokal.

  1. Lele Masamo

Lele masamo merupakan hasil pengumpulan sifat dari berbagai plasma sperma lele antara lain lele dumbo dan Clarias. Hasil dari percobaan tersebut menghasilkan ikan lele masamo yang memiliki sejumlah keunggulan yaitu : Ukuran tubuh besar, Rakus, Tidak mudah stress, Tahan penyakit, dan Produktivitas telur yang tinggi.

  1. Analisis Data Budidaya Ikan Lele

Ikan lele tubuhnya licin dan tidak bersisik dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya tampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang dibagian atas dengan mata yang kecil dan mulut yang lebar, yang terletak diujung moncong dilengkapi dengan empat pasang sudut peraba yang amat berguna.

Untuk bergerak di air yang gelap lele memiliki alat pernapasan berupa ingsan pada umumnya ingsan tertutup atau terlindungi oleh tutup ingsan (operkulum). Insang berwarna merah karena banyak mengandung pembuluh darah. Pada insang inilah oksigen diserap dari air dan karbon dioksida dibebaskan ke air. Lele memiliki sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.

Lele berkembang biak dengan telur, pembuahan terjadi diluar tubuh induknya atau didalam air (pembiakan eksternal). Pada sisi tubuh terdapat gurat sisi yang memanjang dari belakang tutup insang sampai ekor. Gurat sisi berfungsi untuk mengetahui tekanan air (Hasanuddin,1984). Pada ikan lele di Indonesia dikenal adanya 3 variasi warna tubuhnya, ialah : Hitam agak kelabu (gelap), ini yang paling umum Bulai (putih), dan Merah. Biasanya lele yang berwarna putih dan merah dipelihara sebagai ikan hias. Ikan lele juga memiliki labirin yang membantu dalam proses pernafasan ketika berada di daerah yang berlumpur.

Mulut ikan lele relatif lebar dan disekitar mulur terdapat sungut yang berjumlah 8 buah. Sungut berguna sebagai alat peraba pada saat berjalan atau bergerak dan sebagai alat peraba untuk mencari makan. Lambung ikan lele relatif besar dan panjang, usunya lebih pendek daripada badannya, hati, dan gelembung renang berjumlah dua dan masing-masing sepasang.

  1. Proses Penggalian Kolam Ikan Lele

Sebelum menuju ke proses penggalian, pastikan lokasi untuk pembuatan kolam tanah telah bersih dari sampah. Selanjutnya mulailah menggali tanah dengan ukuran 5 x 3 meter dengan kedalaman 80 – 150 cm. Penggalian tanah bisa dilakukan menggunakan cangkul atau alat modern. Tanah hasil galian jangan dibuang, sebaiknya jadikan tanah hasil galian sebagai tanggul. Tanggul di buat di pinggiran kolam dengan lebar dan kuat agar nantinya kolam tidak mudah bocor. Jangan lupa untuk memberikan salah satu pipa pengeluaran air di salah satu sudut tanggul kolam agar air tidak meluap. Jangan lupa untuk membuat kemalir atau parit di tengah kolam dengan ukuran lebar 40 cm dan kedalaman 20 cm. Pembuatan kemalir ini bertujuan untuk memudahkan saat lele akan dipanen.

  1. Proses Pengeringan Kolam Lele

Setelah proses penggalian kolam selesai, maka kolam harus dikeringkan terlebih dahulu. Keringkan kolam di bawah sinar matahari selama 3 – 7 hari. Pastikan kolam harus benar-benar kering, tandanya adalah dengan melihat tanah di dasar kolam yang retak-retak. Proses pengeringan ini berfungsi untuk membunuh segala bakteri yang ada di tanah kolam yang bisa menimbulkan bibit penyakit bagi ikan lele. Selain itu gas-gas beracun yang terperangkap di dalam tanah akan menguap hilang jika terpapar sinar matahari.

  1. Proses Penggemburan Tanah

Setelah tanah dasar kolam dipastikan benar-benar kering, proses selanjutnya adalah penggemburan tanah. Tanah digemburkan atau di bajak (di balik) menggunakan cangkul dengan kedalaman sekitar 10 cm. Tanah yang gembur mudah ditumbuhi mikroorganisme baik.

  1. Proses Pemupukan Kolam Lele

Selanjutnya yang harus dilakukan adalah pemberian pupuk. Pemupukan bisa menggunakan pupuk organik dari kotoran sapi, kerbau, kambing, atau bisa menggunakan pupuk kompos. Taburkan pupuk secara merata ke tanah dasar kolam, pastikan tercampur rata dengan tanah yang telah gembur. Bisa juga ditambahkan dengan pupuk urea dan TSP. Kemudian padatkan tanah campuran tadi dan biarkan hingga satu minggu. Proses pemberian pupuk berfungsi untuk menumbuhkan organisme seperti fitoplankton dan cacing, dimana nantinya biota tersebut bisa menjadi pakan alami lele.

  1. Pengisian Air

Setelah kolam dipupuk, kemudian isilah kolam dengan air setinggi 50-70 cm dan biarkan selama satu minggu. Dalam waktu satu minggu air kolam akan tersinari oleh matahari dan tembus ke dasar kolam. Hal itu akan memicu tumbuh dan berkembangnya biota air seperti cacing dan fitoplankton yang berfungsi sebagai pakan alami lele. Setelah satu minggu, air kolam akan berubah warna menjadi kehijauan. Lalu tambahkan air ke dalam kolam hingga ketinggian 100 – 120 cm. Setelah melakukan seluruh prosedur di atas, maka kolam tanah telah siap untuk ditebari benih ikan lele.

  1. Pemilihan Bibit Lele

Perlu anda perhatikan sebelum membeli bibit ikan lele mengenai ciri-ciri bibit lele yang baik. Bibit lele yang baik sehat ciri-cirinya ia terus bergerak aktif. Pastikan tidak ada cacat atau luka di seluruh tubuh ikan lele, mulai dari kepala hingga ekor. Kulit bibit lele yang baik warnanya mengkilap tanpa ada bercak dan ukurannya seragam.

  1. Penebaran Bibit Lele

Memasukkan bibit ikan lele yang baru saja anda beli secara langsung ke dalam kolam.  Hal ini akan mengakibatkan lele menjadi stress, sebab lele belum diberi waktu untuk beradaptasi dengan air kolam. Bibit lele harus menyesuaikan suhu terlebih dahulu dari wadah atau jerigen bawaan dengan air kolam. Sebaiknya yang harus dilakukan adalah dengan meletakkan bibit lele bersama wadah atau jerigen bawaannya ke dalam kolam lalu diamkan selama 15-30 menit. Setelah itu miringkan sedikit wadah tadi dan biarkan bibit lele keluar dengan sendirinya.

  1. Pemberian Pakan

Pemberian pakan pada lele yang dipelihara dalam kolam tanah akan sedikit lebih hemat karena telah tersedia pakan alami dari dalam kolam. Tetapi lele juga perlu tambahan nutrisi anda bisa memberikan pakan biasa. Apabila lele sudah kenyang maka ia tidak akan memakan pakan ataupun pelet yang telah disebar. Selain mubadzir, timbunan pakan di dasar kolam juga tidak baik bagi lele karena akan menimbulkan penyakit bagi lele.

  1. Proses Panen Ikan Lele

Dalam proses beternak, waktu panen adalah saat-saat yang sangat ditunggu. Setelah masa pemeliharaan selama 2,5 sampai 3 bulan, lele telah siap untuk dipanen. Biasanya lele siap panen dalam satu kilogram lele berisi sekitar 5-9 ekor. Dua minggu sebelum lele dipanen, frekuensi pemberian pakan sedikit dikurangi. Dalam proses pemanenan, agar mudah kuras air kolam terlebih dahulu menggunakan ember ataupun pompa hingga tersisa air setinggi 10-15 cm. Gunakan sarung tangan atau bantuan jaring supaya tangan anda tidak terkena patil. Setelah itu sortir lele seusuai ukuran agar lebih seragam.

Selain menggunakan media kolam tanah, anda juga bisa mencoba berbudidaya ikan lele di kolam tembok. Namun untuk kolam tembok sendiri membutuhkan budget yang lebih banyak daripada kolam tanah. Tetapi kolam tembok tidak rentan bocor seperti pada kolam tanah. Cara budidaya ikan lele di kolam tembok pun secara keseluruhan hampir sama dengan budidaya ikan lele di kolam tanah. Hanya saja sedikit berbeda dalam hal penyiapan kolam.

 

BAB III
PENUTUP USAHA IKAN LELE

  1. Kesimpulan Dari Budidaya Ikan Lele

Lele atau ikan lele adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang serta memiliki kumis yang panjang yang mencuat dari dari sekitar bagian mulutnya. Lele, secara ilmiah terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Hal ini dikarenakan kulitnya yang licin dan tidak bersisik tidak bisa terkena panas matahari yang berlebihan.

Manfaat lele selain untuk konsumsi yaitu sebagai ikan hias memberantas hama pada berupa serangga air dan juga sebagai obat untuk mengobati penyakit asma, menstruasi tidak teratur, kencing darah, dan lain-lain. Masyarakat juga tidak perlu takut mengkonsumsi ikan lele karena sudah banyak ikan lele yang membudidayakan lele organik ini selain itu lele juga kaya protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak balita.

  1. Saran Dari Pembudidayaan Ikan Lele

Adapun saran yang dapat disampaikan adalah untuk semua masyarakat tidak perlu takut bagi untuk mengkonsumsi ikan lele karena ikan lele sangat banyak manfaat mulai dari kaya akan protein, lemak, vitamn, bahkan sebagai obat untuk mengobati penyakit asama, menstruasi tidak teratur, kencing darah, dan lain-lain. Serta dengan informasi ini juga dapat mencoba untuk membudidayakannya.

LAMPIRAN GAMBAR

kolam budidaya ikan lele

pemberian ikan budidaya ikan lele

pemberian ikan budidaya ikan lele

 

Artikel Terkait

Artikel Terkait