Pengaruh Hasil Panen Padi Pada Kesejahteraan Desa Bilutan Rejosari

slide1
KARYA TULIS ILMIAH

Pengaruh Hasil Panen Padi Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Bilutan Rejosari

Laporan Ini Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menempuh Ujian Madrasah
Disusun Oleh :
Nama : Siti Zulaekah
NIS/NISN : 170771/0010101698
Program Studi : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL AHROM
MADRASAH ALIYAH AL AHROM KARANGSARI
TERAKREDITASI – B
Jl. Nangka No.45 Kelurahan Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak
Telp. (0291) 690355 Email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. Website https://mas-alahrom.my.id/
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

BAB I
PENDAHULUAN
DAMPAK HASIL PANEN PADI

  1. Latar Belakang

Profesi petani merupakan profesi yang paling banyak digeluti oleh masyarakat Indonesia terutama di daerah pedesaan. Maka dari itu, pengaruh hasil panen padi di pedesaan sangat menentukan kesejahteraan masyarakat yang ada disana. Profesi petani juga merupakan profesi yang digeluti secara mudah meski tanpa mengenyam bangku sekolah mengingat profesi ini bisa dibilang sangat sederhana dan rata-rata bisa dilakukan oleh semua orang di pedesaan, baik itu laki-laki maupun perempuan. Adapun jenis tanaman yang beraneka ragam dan cara pengolahan serta penggunaan pupuk dan pestisida yang berbeda pula.

Di masa dulu dimana sektor perekonomian nasional masih bertumpu pada sektor pertanian yang menjadi andalan dalam memperoleh pendapatan nasional bangsa Indonesia selalu mampu mencukupi kebutuhan akan pangan dalam negeri tanpa harus mengimpor dari negara pula sektor pertanian.

Mengatasi situasi yang demikian bagi petani, seharusnya pemerintah sadar akan kewajibannya untuk mensejahterahkan masyarakat sebagaimana yang diamanatkan dalam pancasila dan UUD 1945 guna menghadapi persaingan dalam era global ini dimana pintu persaingan makin terbuka lebar termasuk persaingan dalam hal penyediaan pangan dengan Negara lain. Jika kualitas dan kuantitas produk pertanian kita kurang maka janganlah heran apabila kita kaah bersaing dengan negara lain.

  1. Rumusan Masalah

    • Bagaimanakah bentuk pengolahan lahan yang dilakukan di Desa Bilutan Rejosari ?
    • Berapakah modal awal yang ditanam atau yang di tanah ?
    • Berapakah keuntungan yang diperoleh tiap musim panen ?
  1. Tujuan Penelitian

    • Untuk mengetahui bentuk lahan yang dilakukan;
    • Untuk mengetahui modal awal yang ditanam atau diperlukan pada saat awal musim tanam;
    • Untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh musim panen.
  1. Manfaat Penulisan

    • Sebagai bahan informasi dalam bidang mengembangkan hasil tanaman padi;
    • Untuk mengetahui dan menambahi ilmu pengetahuan tentang potensi tumbuhan tanaman padi;
    • Supaya masyarakat mengenal tanaman modal dan hasil padi.

BAB II
PEMBAHASAN DAMPAK HASIL PANEN PADI PADA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

  1. Landasan Teori Dampak Hasil Panen Padi

Petani dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian juga diartikan sebagai kegiatan budidaya jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim.

Usaha petani dapat melibatkan berbagai subjek ini bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan. Keuntungan berbagai subjek ini bersama/pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha petani.

Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan tempat usaha-usaha, pemilihan benih atau bibit.

Memasukkan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensinya. Akibatnya, pertanian berkelanjutan biasanya memberikan hasil yang lebih rendah daripada pertanian industrial.

Sebagai suatu usaha pertanian melibatkan makhluk hidup dalam suatu atau beberapa tahapnya dan memperlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi.

  1. Deskripsi Data Pengaruh Hasil Panen Padi

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa difahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam. Pertanian sebagai mata pencahariannya. Masyarakat petani secara umum sering kategori sosial yang seram dan bersifat umum. Sebagian besar usaha pertanian dunia masih demikian :

  1. Irigasi

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram.

  1. Jenis Irigasi

Irigasi permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air langsung di sungai melalui bangunan bendung maupun melalui bangunan pengambilan bebas kemudian air irigasi dialirkan secara gravitasi melalui saluran sampai ke lahan pertanian. Di sini dikenal saluran primer, sekunder, dan tersier. Pengaturan air ini dilakukan dengan pintu air. Proses adalah gravitasi, tanah yang tinggi akan mendapat air lebih dulu.

    • Irigasi Lokal

Sistem ini air distribusikan dengan cara pipanisasi. Di sini juga berlaku gravitasi, di mana lahan yang tinggi mendapat air lebih dahulu. Namun air yang disebar hanya terbatas sekali atau secara lokal.

    • Irigasi Dengan Penyemprotan

Penyemprotan biasanya dipakai penyemprot air atau sprinkle. Air yang disemprot akan seperti kabut, sehingga tanaman mendapat air dari atas, daun akan basah lebih dahulu, kemudian menetes ke akar.

    • Irigasi Tradisional Dengan Ember

Di sini diperlukan tenaga kerja secara perorangan yang banyak sekali. Di samping itu juga pemborosan tenaga kerja yang harus menenteng ember.

    • Irigasi Pompa Air

Air diambil dari sumur dalam dan dinaikkan melalui pompa air, kemudian dialirkan dengan berbagai cara, misalnya dengan pipa atau saluran. Pada musim kemarau irigasi ini dapat terus mengairi sawah.

    • Irigasi Tanah Kering Dengan Terasisasi

Di Afrika yang kering dipakai sistem ini, terasisasi dipakai untuk distribusi air.

  1. Serangan Hama

Serangan hama pada tanaman adalah masalah yang selalu dihadapi. Serangannya bahkan bisa mencapai 90% dari keseluruhan tanaman yang berada pada suatu lahan. Karena itu, pengetahuan tentang hama dan penyakit ini sangat penting artinya bagi orang-orang yang berkecimpung di
bidang ini. Serangan hama terhadap tanaman terutama disebabkan oleh hewan dari filum Arthopoda. Di antaranya golongan serangga. Jenis ini merupakan musuh utama terbesar pada tanaman buah-buahan. Hampir 75% dari jumlah binatang yang hidup berasal dari golongan ini. Dari jumlah tersebut sebagian merupakan hama pada banyak tanaman buah-buahan di Indonesia. Selain serangga, hama lainnya yang juga sangat mengganggu adalah dad filum Chordata, seperti kera, babi hutan, tikus, burung, dan kalong; Annelids, seperti nematoda, dan filum Molluscs, yakni keluarga siput.

Penyakit pada tanaman, biasanya disebabkan oleh gangguan jasad hidup yang bersifat parasit, seperti cendawa, bakteri yang bersifat atau karena gangguan fisiologis. Bila terjangkit penyakit, maka terjadi perubahan pada seluruh atau sebagian organ tanaman. Dan hal ini akan mengganggu kegiatan fisiologis sehari-hari.

Lebih maksimal maksimal dan menghemat waktu. Apabila sudah adalah menanami bibit-bibit padi. Pada sawah yang sudut dibajak setelah bibitnya diangkut dari persemai-persemaiannya.

Pengangkutan bibit biasanya dilakukan oleh dua orang dan dua orang dan orang ini bisa saja berasal dari keluarga sendiri, akan tetapi apabila keluarga sibuk dengan urusan masing-masing maka pak Hasanuddin biasanya menyewa orang lain untuk mengangkut bibit dari persemaiannya ke sawah yang sudah dibajak. Begitu juga dengan orang yang disewa. Biasanya seorang menyewa orang sebanyak 9 atau 11 orang agar mempercepat proses penanaman. Dalam hal ini hanya memantau saja pekerja dari buruh tani yang mengangkut bibit padi dan yang menanami bibit-bibit tersebut, akan tetapi kadang kala jika terjadi kekurangan air maka turun tangan dalam mengatur intensitas air dalam sawah agar mempermudah proses penanaman.

Tidak sampai di situ, selang beberapa bulan setelah padi ditanam padi harus di pantau dengan bak agar dapat mengetahui proses perkembangannnya, mulai dari pemupukan, penyemprotan pestisida, pencabutan rumput dan eceng gondok serta pengaturan intensitas kadar air dalam sawah. Apabila semua kegiatan itu dilakukan dengan baik maka dampak hasil panen padi pasti akan baik pula, musim panen tiba apabila padi sudah berisi dan menguning serta bulir padinya mengarah ke bawah. Dalam panen ini tidak menyewa buruh tani untuk memanen padinya melainkan dilakukan oleh sekeluarga. Ini dimaksudkan agar mengurangi jumlah pengeluarannya dan menghemat biaya apabila panen dilakukan sendiri. Apabila panen dilakukan oleh buruh tani lain ongkos yang biasa diberikan upah dengan pembagian yang sudah disepakati sebelumnya antara pemilik sawah dengan buruh tani tersebut.

  1. Bentuk Pengolahan Lahan yang Dilakukan (Padi)

Sebelum melakukan pembajakan sawah terlebih dahulu yang dilakukan adalah membasmi tanaman penggangu atau rumput-rumput pengganggu seperti gulma dengan menggunakan herbisida agar tidak mengganggu saat proses pembajakan dan menggangu tanaman padi nantinya. Setelah itu berulang sawah diisi dengan air yang dilakukan oleh orang maka tanah siap untuk diolah atau menggangu tanam padi nantinya. Setelah itu barulah sawah di isi dengan air yang dilakukan oleh orang yang mengatur atau membagi air yang disebut Malar. Setelah air sudah di isi dan merata maka tanah siap untuk diolah atau dibajak. Sistem Pengolahan lahan yang dilakukan di desa jurumapin khususnya di sawah pak Hasanuddin sudah menggunakan sistem pengolahan secara modern dimana pengolahan tanah pertanian saat hendak ditanami padi sudah menggunakan traktor agar pengolahan tanah pertanian mudah melakukannya.

  1. Modal Awal yang Diperlukan Pada Saat Awal Musim Tanam

Sebelum melakukan penanaman terlebih dahulu menyiapkan sejumlah modal agar dalam proses pengolah sawah sampai penanamannya dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala apapun. Adapun jumlah dana yang diperlukan dapat dipaparkan pada tabel berikut :

Nama Tabel : Pengeluaran untuk Penanaman Sampai Proses Panen Padi

Jenis Pengeluaran

Jumlah Satuan

Harga Satuan

Total

Pupuk

Pupuk Urea

Pupuk NPK

3 karung

1 karung

Rp. 90.000

Rp. 120.000

Rp. 270.000

Rp. 120.000

Rp. 390.000

Pestisida

Cisrang

Seven

2006

Trendy

Lindomen

Rompas

1 botol

2 bungkus

3 bungkus

3 bungkus

1 botol

1 botol

Rp. 20.000

Rp. 12.000

Rp. 6.000

Rp. 7.000

Rp. 25.000

Rp. 20.000

Rp. 20.000

Rp. 24.000

Rp. 18.000

Rp. 21.000

Rp. 25.000

Rp. 20.000

Rp. 128.000

Sewa Buruh

Sewa Tanam

Sewa Angkut Bibit

Sewa Traktor

Sewa Cabut Rumput

20 Orang

2 Orang

20 Orang

Rp. 30.000

Rp. 25.000

Rp. 300.000

Rp. 30.000

Rp. 600.000

Rp. 50.000

Rp. 300.000

Rp. 600.000

Rp. 1.550.000

Bibit

Rp. 85.000

Rp. 85.000

Rp. 85.000

Lan-lain (Ongkos Malar)

Rp. 100.000

Rp. 100.000

Rp. 100.000

JUMLAH KESELURUHAN

Rp. 2.253.000

  1. Keuntungan atau Pendapatan Hasil Panen Padi

Saat musim panen merupakan musim yang sangat membahagiakan bagi petani apabila hasil dari panen sawah ataupun ladangnya sangat baik, baik dari segi kualitas maupun harga jual dari komoditas pertanian akan baik pula. Dari segi kualitas, jika kualitas atau jumlah uang yang diperoleh dari hasil penjualan produk pertanian akan meningkat pula. Penjualan yang meningkat merupakan pengaruh hasil panen padi yang baik.

Berikut tabel yang memaparkan hasil pertanian tisp musimnya.

Sumber Pendapatan

Jumlah Hasil (Kualitas)

Jumlah Pendapatan Yang Bisa Diperoleh

Padi

25 Karung

Rp. 4.640.000

  1. Analisis Data Dari Pengaruh Hasil Panen Padi Di Rejosari

Pemberdayaan dalam pengembangan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, menggunakan teknologi yang berdasarkan kesesuaian dengan ekosistem setempat dan memanfaatkan input yang tersedia dilokasi serta memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Padi atau dalam hal ini beras merupakan bahan makan atau makanan utama memenuhi pemerintahan dari masyarakat kenaikan beras nasional. Sehingga impor beras adalah salah satu strategi untuk pemerintah Indonesia sejak tahun “1980” yang lalu. Ketergantungan pangan utama Indonesia dan impor akan berdampak negatif di masa depan karena Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris seharusnya dapat memenuhi kebutuhan akan pangan terutama beras di dalam negeri. Normal yang terjadi saat ini justru untuk memenuhi kebutuhan pangan beras masih harus mengimpor dari Vietnam dan Thailand apabila impor bahan pangan ini terlalu ini besar dan menambah ketergantungan.

Penyediaan fasilitas kepada masyarakat hendaknya tidak terbatas pengadaan sarana produksi, tetapi dengan pengembangan yang diperlukan seperti informasi pasar permodalan serta pengembangan kerja sama.

BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan

Sistem panen padi menurut tradisi masyarakat Bilutan, Rejosari dalam proses pemilihan bibit, pengolahan tanah, penanaman padi, pemeliharaan hama dan panen padi serta penyimpanan padi lumbung.

Proses pemilihan bibit padi dilakukan dengan memilih padi yang panjang tangkai buahnya, kemudian dipanen, dijemur. Bibit padi dimasukkan kegoni, lalu direndam, bibit yang tidak tenggelam, artinya ringan maka dibuang saja. Hanya bibit ringan maka dibuang saja. Hanya bibit yang tenggelam dipakai dan direndam selam 2-3 hari sampai tumbuh seperti kecambah. Setelah itu disemaikan selama 40 hari. Setelah itu bibit ditanam, dipelihara selama 7-8 bulan dengan menyiangi dan memberantas hama serta memanen.

Alasan masayarakat mempertahankan bibit lokal seperti tahan terhadap genangan air, umur yang relatif panjang (7-8 bulan), tanaman yang tinggi batangnya, tangkai padi berada di atas sehingga memudahkan untuk pemanenan dengan ani-ani, pemeliharaan yang tidak terlalu intensif, tahan terhadap gangguan gulma, mampu menekan pertumbuhan gulma, rasa nasi yang enak menurut selera masyarakat. Harga beras relatif mahal dibanding beras biasa, dalam pengusahaan padi lokal, pertanian banyak mengeluarkan biaya banyak karena kebutuhan unsur hara sebagian besar diperoleh.

  1. Saran – Saran

Saran yang dapat penulis diambil setelah mendapatkan studi untuk literatur ini adalah sebagai berikut:

    1. Untuk mengatasi masalah  praktik  perburuan  rente,  seharusnya  pemerintah membuat regulasi  untuk membatasi jumlah importir produk pangan  utama (beras)  yang  hanya  terkonsentrasi  pada  beberapa  pengusaha  dengan  cara menggunakan  mekanisme  tender  terbuka  atau  jika  harus  ada  kuota  perlu dilakukan  secara
    2. Untuk   meningkatkan   volume   produksi   pangan   dalam   negeri   dengan perluasan  areal  sawah  baru.  Tujuan  dari  program  perluasan  sawah  baru yakni  untuk  perluasan  areal  tanam  dan  menambah  baku  lahan  pertanian yang menjadi salah satu tuntutan dari pemerintah pusat untuk memperluas Program  Peningkatan  Beras  Nasional  P2BN.

LAMPIRAN

Dokumentasi Gambar

desa bilutan rejosari kabupaten demak

bersama petani di desa rejosari bilutan demak

pengaruh hasil panen padi

Artikel Terkait

Artikel Terkait