Madrasah Unggulan Prioritaskan Siswa dari Keluarga Kurang Mampu

Informasi Tes PPDB Jalur Madrasah Terbaru | MAN 15 Jakarta

Jakarta: Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) baru untuk tingkat Madrasah telah selesai digelar. Berdasarkan data SNPDB, akses untuk siswa dari keluarga kurang mampu semakin diprioritaskan dalam seleksi tahun ini.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kemenag, Ahmad Umar menyebut 60 persen siswa yang lulus SNPDB berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

"Mereka sebelumnya belajar di madrasah-madrasah pedesaan atau pondok-pondok pesantren kecil di seluruh wilayah Indonesia,” kata Umar dalam siaran pers, Senin 9 Maret 2020.
Umar menyebut, jatah kepada siswa dengan kemampuan ekonomi rendah memang tengah diprioritaskan. Hal ini sebagai bentuk perluasan akses pendidikan masyarakat kurang mampu.
 
“Ini sudah kami desain. Kontribusi madrasah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan, tidak akan mengurangi mutu prestasi madrasah, bahkan sebaliknya InsyaAllah justru akan melejitkan prestasi madrasah tersebut," ujar Umar.
 
Umar menjelaskan, ada instrumen khusus yang digunakan dalam menjaring siswa-siswa kurang mampu. Pihaknya melihat tingkat kemauan belajar, hingga daya juang siswa untuk mengubah nasibnya melalui belajar di madrasah.
 
"Kalau selama ini siswa-siswa kurang mampu tampak rendah kompetensi akademiknya, itu bukan karena mereka tidak mampu. Namun, kesempatan belum berpihak kepada mereka untuk menikmati fasilitas pendidikan yang baik dalam mengukir kompetensi akademiknya," lanjut Umar.
 
Sistem penjaringan ini juga didukung oleh beberapa tenaga ahli psikologi, psikometri, pendidikan, IT dari berbagai unsur. Baik praktisi pendidikan, penentu kebijakan, hingga dosen dari beberapa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Negeri di Indonesia.
 
Secara umum teknik yang digunakan untuk mewujudkan sistem seleksi, adalah mengukur verbal ability, numerical ability, reasoning ability, dan spacial ability. Dengan mempertimbangkan aspek extraversion, agreeableness, conscientiousness, emotional stability, serta openness.
 
“Semoga ikhtiar ini benar-benar dapat mewujudkan tagline Madrasah Hebat Bermartabat,” tambah Umar.

Artikel Terkait

Artikel Terkait