Sabtu, 20 Maret 2021 11:17

Belajar Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Rate this item
(0 votes)

Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dibedakan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro. Ini dikarenakan ilmu ekonomi sangat luas cakupannya, sehingga dibagi menjadi beberapa bidang khusus, contohnya ekonomi moneter, ekonomi keuangan pemerintah, ekonomi perburuhan, ekonomi internasional, ekonomi regional, ekonomi pembangunan, dan ekonomi perkotaan.

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Bidang-bidang tersebut tercakup dalam dua teori pokok dalam analisis ekonomi, yaitu teori mikroekonomi (ekonomi mikro) dan teori makroekonomi (ekonomi makro).

Ilmu ekonomi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang sangat luas liputannya. Ilmu ekonomi digunakan untuk memecahkan berbagai masalah kehidupan terutama masalah-masalah ekonomi.

Masalah utama dalam ekonomi adalah kelangkaan yang bukan merupakan hal baru. Hal tersebut beralasan karena kelangkaan merupakan masalah yang mendasar bagi setiap manusia. Sudah dari sejak dahulu kelangkaan menjadi permasalahan manusia hingga akhirnya muncullah ilmu ekonomi (economic science).

Salah satu ahli ekonomi yang peduli terhadap upaya yang harus dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya adalah Paul A. Samuelson. Ia merupakan ahli ekonomi yang terkenal dan pernah menerima Nobel untuk bidang ekonomi tahun 1970.

Menurutnya, Ilmu Ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat membuat suatu pilihan dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai macam barang untuk dikonsumsi, sekarang dan masa mendatang kepada berbagai individu dan golongan masyarakat.

Kedua cakupan ekonomi ini memiliki peran penting untuk mengukur dan menganalisis tingkat pertumbuhan dari ekonomi lingkup kecil dan yang lebih luas. Baik ekonomi mikro maupun makro memiliki keterkaitan satu sama lain.

Walaupun keduanya sama-sama memiliki tujuan untuk membuat perekonomian yang lebih baik. Namun, kamu perlu tahu perbedaan dari keduanya. Berikut ini akan saya jelaskan mengenai perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro dari pengertian hingga pembagiannya dalam bidang keilmuan.

Pengertian Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang secara khusus membahas perilaku individu dan perusahaan yang dihadapkan pada keterbatasan sumber daya. Ekonomi mikro mempelajari kegiatan-kegiatan ekonomi dari unit-unit ekonomi individual, yaitu individu sebagai konsumen, individu sebagai pemilik faktor produksi, dan individu sebagai produsen.

Dalam ekonomi mikro dipelajari bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, setiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.

Ekonomi makro adalah bidang ilmu yang mempelajari keseluruhan ekonomi dalam bentuk jumlah barang dan jasa yang diproduksi, total pendapatan yang dihasilkan, tingkat pengangguran, serta sifat-sifat umum harga barang. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan, seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja, dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Dikutip dari wikipedia, hingga tahun 1930 sebagian besar analisis ekonomi terfokus pada industri dan perusahaan. Ketika terjadi depresi besar pada tahun 1930-an, dan dengan perkembangan konsep pendapatan nasional dan statistik produk, bidang ekonomi makro mulai berkembang.

Saat itu, gagasan-gagasan yang berasal dari John Maynard Keynes, menggunakan konsep aggregate demand untuk menjelaskan fluktuasi antara hasil produksi dan tingkat pengangguran. Gagasannya sangat berpengaruh dalam perkembangan bidang ini (disebut Ekonomi Keynesian).

Perbedaan Analisis Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Dari pengertian yang telah dibahas di atas, kita dapat membedakan sudut pandang ekonomi mikro dan ekonomi makro dalam melihat permasalahan ekonomi. Hal tersebut dapat dilihat dari pebedaan-perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro pada analisis yang akan diuraikan di bawah ini.

Analisis Ekonomi Mikro

Analisis ekonomi mikro terdiri dari teori harga, teori produksi, dan teori distribusi. Hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.

  1. Teori Harga, antara lain membahas proses pembentukan harga oleh interaksi antara penawaran dan permintaan akan suatu barang dan jasa di dalam suatu pasar, faktor-faktor yang memengaruhi perubahan permintaan dan penawaran, hubungan antara harga permintaan dan penawaran, bentuk-bentuk pasar dan sebagainya.
  2. Teori Produksi, antara lain menganalisa masalah biaya produksi, tingkat produksi yang paling menguntungkan produsen, serta kombinasi faktor-faktor produksi yang harus dipilih oleh produsen agar tujuan untuk mencapai laba maksimum tercapai.
  3. Teori Distribusi membahas faktor-faktor yang menentukan tingkat upah tenaga kerja, tingkat bunga yang harus dibayar karena penggunaan modal, dan tingkat keuntungan yang diperoleh para pengusaha.

Teori ekonomi mikro mula-mula dikembangkan oleh ahli-ahli ekonomi klasik pada abad ke-18 dan 19, seperti Adam Smith, David Ricardo, yang selanjutnya dikembangkan oleh Marshall dan Pigou.

Untuk menyusun teorinya, ahli-ahli ekonomi klasik mikro mendasarkan pada anggapan-anggapan dasar tertentu, antara lain:

  1. Setiap subjek ekonomi selalu bertindak ekonomis rasional, yaitu para konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimal dari setiap barang dan jasa yang dikonsumsi, sedangkan produsen selalu berusaha untuk memperoleh keuntungan yang maksimal;
  2. Setiap subjek ekonomi mempunyai informasi yang lengkap atas segala sesuatu yang terjadi di pasar;
  3. Tingkat mobilitas tinggi sehingga para ahli ekonomi dapat segera menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di pasar.

Berdasarkan anggapan-anggapan di atas para ahli ekonomi mikro berkeyakinan bahwa kegiatan ekonomi akan berkembang secara efisien, pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat, dan kesempatan kerja penuh akan tercapai (full employment).

Ekonomi mikro menganalisa kegiatan-kegiatan dan permasalahan ekonomi dari unit-unit ekonomi individual. Ekonomi makro menganalisisnya dari pendekatan sebaliknya. Artinya, yang dipelajari dalam ekonomi makro adalah variabel-variabel total, seperti pendapatan nasional, konsumsi, tabungan masyarakat, dan investasi total.

Kegiatan Ekonomi Mikro

Berdasarkan pemikiran di atas, masyarakat haruslah membuat pilihan-pilihan. Kegiatan memilih ini perlu dibedakan pada dua aspek yaitu dalam kegiatan memproduksi barang dan jasa dan dalam kegiatan menggunakan (konsumsi) barang dan jasa. Masalah memilih dalam teori mikroekonomi dikemukakan dengan tiga pernyataan, yaitu:

  1. Menentukan Jenis Barang yang Perlu Diproduksi

Pertanyaan pertama yaitu apakah jenis-jenis barang dan jasa yang diproduksi merupakan persoalan yang akan menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang dijalankan dalam perekonomian dengan perkataan lain, pilihan-pilihan para konsumen merupakan faktor penting dalam menentukan jenis-jenis kegiatan memproduksi yang harus dijalankan.

Analisis mengenai interaksi di antara produsen dan konsumen (penjual dan pembeli) dijelaskan dalam teori permintaan dan penawaran. Dan teori perilaku konsumen menerangkan dengan lebih terinci sikap para pembeli dalam memilih barang dan jasa yang akan dibelinya.

  1. Menentukan Cara Memproduksi yang Paling Efisien

Untuk mewujudkan barang dan jasa diperlukan faktor-faktor produksi yang sering disebut sumbersumber daya atauresources. Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam setiap perekonomian terbatas jumlahnya dan memerlukan biaya atau pengorbanan untuk memperolehnya.

Oleh karena itu, para pengusaha harus membuat pilihan agar dapat mencapai efisiensi yang tinggi dalam menggunakan faktor-faktor produksi. Dengan kata lain, sebelum menjalankan kegiatan memproduksinya, setiap pengusaha harus menyelesaikan persoalan kedua yang dinyatakan sebelumnya yaitu bagaimanakah caranya memproduksikan barang yang akan dijualnya untuk memenuhi kebutuhan para konsumen?

Analisis-analisis dalam teori mikroekonomi yang menerangkan tentang teori produksi (fungsi produksi), biaya produksi dan struktur pasar dan penentuan harga dan jumlah produksi di berbagai pasar bertujuan untuk menerangkan bagaimana seorang produsen memecahkan persoalan tersebut.

  1. Untuk Siapa Barang akan Diproduksi

Setelah mengetahui jenis-jenis faktor produksi yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan memproduksi, produsen akan pergi ke pasar faktor untuk mendapatkan faktor-faktor produksi yang diperlukannya. Sifat interaksi di antara para pengusaha (pembeli faktor produksi) dan rumah tangga (pemilik faktor produksi) dalam pasar faktor diterangkan dalam teori distribusi. Teori ini menerangkan beberapa hal berikut ini.

  1. Sifat umum dari interaksi di antara pengguna dan penjual faktor produksi di pasar faktor.
  2. Caranya berbagai pendapatan faktor produksi (upah, sewa, bunga, dan keuntungan) ditentukan di pasar.

Sebagai akibat dari penggunaan faktor-faktor produksi dalam kegiatan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, akan tercipta aliran pendapatan pada faktor-faktor produksi yang digunakan. Aliran ini akan menentukan corak distribusi pendapatan dalam masyarakat.

Konsep Pembahasan Teori Mikroekonomi

Selanjutnya corak distribusi pendapatan ini akan menentukan konsep permintaan masyarakat atas barang dan jasa. Dengan demikian, aliran-aliran pendapatan yang berlaku sebagai akibat kegiatan memproduksi barang dan jasa akan dapat memecahkan persoalan untuk siapakah barang dan jasa perlu diproduksi?

Adapun aspek-aspek yang dibahas dalam teori mikroekonomi yaitu:

  1. Interaksi di Pasar Barang

Aspek ini mengenai kegiatan suatu pasar barang, misalnya pasar kopi atau pasar karet. Menurut pandangan mikroekonomi, suatu perekonomian itu merupakan gabungan dari berbagai jenis pasar, termasuk barang dagang. Maka untuk mengenal corak kegiatan suatu perekonomian antara lain perlu memerhatikan corak operasi suatu pasar barang.

Dalam teori ekonomi, pasar adalah suatu institusi yang pada umumnya tidak terjadi secara fisik, yang mempertemukan penjual dan pembeli suatu barang. Melalui interaksi antara penjual dan pembeli yang berlaku dalam pasar akan dapat ditentukan tingkat harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan.

  1. Tingkah Laku Penjual dan Pembeli

Aspek berikut ini adalah tentang tingkah laku pembeli dan penjual di pasar. Aspek ini bertitik tolak dari dua asumsi. Asumsi yang pertama adalah para pembeli dan penjual menjalankan kegiatan ekonomi secara rasional. Adapun asumsi kedua adalah para pembeli berusaha memaksimumkan kepuasan yang mungkin dinikmatinya, sedangkan penjual berusaha memaksimumkan keuntungan yang akan diperolehnya.

Berdasarkan asumsi tersebut, maka teori mikroekonomi menunjukkan:

    1. Bagaimana seorang pembeli menggunakan sejumlah pendapatan (atau uang) untuk membeli berbagai jenis barang yang dibutuhkannya,
    2. Bagiamana seorang penjual (produsen) menentukan tingkat produksi yang akan dilakukan.
  1. Interaksi di Pasar Faktor

Interaksi di pasar faktor adalah interaksi penjual dan pembeli di pasar faktor-faktor produksi. Individu-individu dalam perekonomian adalah pemilik faktor-faktor produksi. Mereka menawarkan faktor-faktor produksi tersebut untuk memperoleh pendapatan. Pendapatan tersebut seterusnya akan digunakan untuk membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan.

Dengan demikian kajian ekonomi mikro adalah sebatas unitunit aktivitas yang dilakukan oleh individu-individu (baik orang per orang, rumah tangga, perusahaan, maupun industri). Jadi, ekonomi mikro memusatkan perhatian pada analisis bagaimana konsumen akan mengalokasikan pendapatannya yang terbatas terhadap sekian macam barang dan jasa yang dibutuhkan, sehingga ia akan memperoleh kepuasan.

Selain itu, juga menganalisis bagaimana produsen dengan anggaran yang sudah ditetapkan, ia akan memperoleh keuntungan yang maksimum. Oleh karena itu topik yang dipelajari dalam ekonomi mikro berkisar pada teori tingkah laku konsumen, teori produksi, teori biaya produksi, dan macam-macam bentuk pasar (industri).

Analisis Ekonomi Makro

Ekonomi makro menganalisis keadaan keseluruhan dari kegiatan perekonomian. Ekonomi makro tidak membahas kegiatan yang dilakukan oleh seorang produsen, seorang konsumen atau seorang pemilik faktor produksi, tetapi pada keseluruhan tindakan para konsumen, para pengusaha, pemerintah, lembaga-lembaga keuangan, dan negara lain serta bagaimana pengaruh tidakan-tindakan tersebut terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Kelahiran teori ekonomi makro ditandai dengan terbitnya buku yang berjudul The General Theory of Emplo ment, Interest and Mone pada tahun 1973 yang ditulis oleh J. M. Keynes ahli ekonomi Universitas Cambridge, Inggris. Dan juga buku itu dipandang sebagai tonggak yang sangat penting dalam sejarah pemikiran ekonomi barat.

Buku itu menyajikan teori yang menunjukkan bahwa pengangguran dapat terjadi dan bahkan untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Akhirnya, banyak ahli ekonomi yang menerima pendapat Keynes, dan kelompok ini disebut Keynesian Economist yang sampai sekarang diterima sebagai teori yang benar dan dipraktikkan di banyak negara.

Pandangan Utama Teori Keynes

Secara garis besar, pandangan dalam buku Keynes tersebut dapat dibedakan pada dua aspek berikut ini.

  1. Mengemukakan beberapa kritik atas pandangan ahli-ahli ekonomi klasik mengenai faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan sesuatu perekonomian. Kritik-kritik tersebut menunjukkan kelemahan-kelemahan dari pandangan yang menjadi landasan pada keyakinan ahli-ahli ekonomi klasik bahwa penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang kuat selalu dicapai.
  2. Menerangkan pula faktor utama yang akan menentukan prestasi kegiatan ekonomi suatu negara. Keynes berpendapat, pengeluaran agregat yaitu perbelanjaan masyarakat atas barang dan jasa adalah faktor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai suatu negara. Selanjutnya, Keynes berpendapat bahwa dalam sistem pasar bebas penggunaan tenaga kerja penuh tidak selalu tercipta dan diperlukan usaha dan kebijakan pemerintah untuk menciptakan tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Analisis makroekonomi berusaha memberi jawaban pada pertanyaanpertanyaan yang dikemukakan, yaitu:

  1. Faktor-faktor apakah yang menentukan tingkat kegiatan suatu perekonomian?
  2. Mengapa pertumbuhan ekonomi tidak selalu kuat?
  3. Mengapa kegiatan ekonomi tidak berkembang dengan stabil?
  4. Mengapa pengangguran dan kenaikan harga-harga selalu berlaku?

Selain menerangkan faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi negara dan keadaan-keadaan yang menciptakan berbagai masalah, makroekonomi juga menjelaskan pula langkah-langkah yang dapat digunakan pemerintah untuk masalah-masalah tersebut.

Aspek Pembahasan Makroekonomi

Berikut ini adalah aspek-aspek yang dibahas dalam makroekonomi.

  1. Penentuan Kegiatan Ekonomi

Analisis mengenai penentuan tingkat kegiatan yang dicapai suatu perekonomian merupakan bagian terpenting dari analisis makroekonomi. Berdasarkan pandangan Keynes, analisis makroekonomi menunjukkan bahwa tingkat kegiatan perekonomian ditentukan oleh pengeluaran agregat dalam perekonomian. Komponen pengeluaran agregat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu:

    1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga,
    2. Investasi perusahaan-perusahaan,
    3. Pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah, dan
    4. Ekspor.
  1. Masalah Pengangguran dan Inflasi

Teori makroekonomi dilengkapi pula dengan analisis yang lebih mendalam mengenai bentuk masalah yang akan timbul apabila pengeluaran agregat akan mencapai tingkat yang diperlukan untuk mewujudkan kesempatan kerja penuh tanpa inflasi. Tujuan ini sukar untuk dicapai.

Pada umumnya pengeluaran agregat yang sebenarnya adalah lebih rendah daripada yang diperlukan untuk mencapai kesempatan kerja penuh. Keadaan ini menyebabkan kenaikan harga-harga atau inflasi. Kedua masalah tersebut (pengangguran dan inflasi) menimbulkan efek yang tidak baik pada masyarakat dan pada kegiatan perekonomian dalam jangka panjang. Maka kedua masalah tersebut harus dihindari atau keseriusan masalahnya dikurangi.

  1. Peranan Kebijakan Pemerintah

Salah satu aspek penting dari ciri kegiatan perekonomian yang menjadi titik tolak analisis dalam teori makroekonomi adalah pandangan bahwa sistem pasar bebas tidak selalu dapat mewujudkan penggunaan tenaga kerja penuh, kestabilan harga-harga, dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Langkah-langkah pemerintah yang utama dalam mengatasi masalah pengangguran dan inflasi dibedakan menjadi dua bentuk kebijakan, yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kebijakan fiskal adalah upaya pemerintah mengubah struktur serta jumlah pajak dan pengeluarannya dengan maksud memengaruhi tingkat kegiatan perekonomian.

Adapun kebijakan moneter adalah langkah-langkah pemerintah dalam memengaruhi jumlah uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan tujuan untuk mengatasi masalah perekonomian yang dihadapi.

Batasan Ilmu Ekonomi Makro

Ekonomi makro ini menjelaskan beberapa hal yang terkait dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tingkat pengangguran dan hal yang terkait dengan inflasi dan deflasi. Ekonomi makro memiliki beberapa kebijakan dari yang diantaranya seperti:

  1. Kebijakan Fiskal

Kebijakan ini mengatur tentang pendapatan dan pengeluaran dari suatu negara. Pendapatan negara dapat dihasilkan dari pemungutan pajak yang dilakukan oleh setiap warga negara. Selain itu, pendapatan negara juga dapat dihasilkan dari hal diluar dari non-pajak seperti denda, lelang, gratifikasi dan pemberian dari negara lainnya.

Sedangkan untuk pengeluaran biasanya mengenai kegiatan impor barang dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Kebutuhan negeri yang dibutuhkan biasanya kebutuhan yang memang sulit untuk diproduksi oleh negara. Sehingga akhirnya negara tersebut melakukan impor barang.

  1. Kebijakan Moneter

Kebijakan ini juga adalah kebijakan yang menjadi pembeda dari ekonomi mikro dan makro. Kebijakan moneter ini adalah kebijakan yang memiliki fungsi untuk mengukur sebanyak apa dana yang dikeluarkan oleh bank sentral yang ada di Indonesia terhadap masyarakat Indonesia. Jika terjadi perputaran uang yang semakin banyak tentunya, akan mempengaruhi perputaran uang yang semakin banyak dan akan berpengaruh pada tingkat inflasi sehingga menyebabkan harga suatu produk menjadi lebih tinggi. Sebaliknya, apabila perputaran uang semakin kecil maka harga dari suatu produk yang ditawarkan relatif lebih murah atau yang sering disebut dengan deflasi.

Kebijakan inilah yang memiliki peranan cukup penting dalam kehidupan masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Karenanya, dengan mempelajari ilmu ekonomi tentu akan sangat membantu dalam kegiatan sehari-hari.

  1. Kebijakan Segi Penawaran

Kebijakan segi penawaran ini memiliki fungsi untuk menyeimbangkan neraca keuangan dalam sebuah perusahaan maupun negara. Karenanya, wajar jika banyak perusahaan membutuhkan orang yang ahli dalam bidang ilmu ekonomi. Dengan ilmu tersebut diharapkan segala pengelolaan keuangan terutama yang berkaitan dengan produksi dapat ditekan seoptimal mungkin dan tetap dapat menyeimbangkan kualitas produk, sehingga produk yang dihasilkan dapat lebih berkualitas.

Komoditas Antara Makro dan Mikro

Komoditas sendiri memiliki sebuah arti yaitu suatu produk atau jasa yang diperjualbelikan secara nyata sehingga dapat digunakan untuk kegiatan transaksi dalam waktu yang panjang. Dalam ekonomi makro sesuatu yang dapat diperjualbelikan adalah yang memiliki indeks yang lebih besar karena mencakup negara. Berbanding terbalik dengan ekonomi mikro yang hanya dapat meliputi kebutuhan sehari-hari seperti sandang dan pangan.

Kesimpulan Tujuan Analisis

Perbedaan ekonomi mikro dan makro yang lain adalah dari tujuan analisisnya. Ekonomi mikro mempunyai tujuan sebagai pedoman untuk merencanakan sumber daya guna menghasilkan keuntungan yang bersifat pribadi seperti yang diharapkan. Sedangkan untuk ekonomi makro sendiri lebih mengutamakan kegiatan perekonomian yang pengaruhnya lebih luas yaitu pada skala nasional maupun internasional.

Manfaat Mikroekonomi dan Makroekonomi

Kedua perbedaan mikroekonomi dan makroekonomi mempunya manfaat yang berbeda. Ini ditinjau dari aspek pembahasan ekonomi mikro yang lebih kearah individu, sedangkan ekonomi makro mempunyai tujuan secara global. Jika ekonomi mikro memiliki manfaat untuk menentukan sebuah produk yang disediakan untuk seorang pembeli. Lain halnya, dengan ekonomi makro yang lebih mengutamakan keseimbangan dalam penyelesaian masalah ekonomi yang dilihat dari sisi Negara ataupun Internasional.

Demikianlah artikel penjelasan tentang perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro yang bisa saya jelaskan. Semoga artikel ini cukup jelas bagi Anda untuk menguraikan materi tentang kedua ilmu ekonomi tersebut. Akhir kata terimakasih atas kunjungannya.

Read 431 times
Artikel Lainnya