• Bahasa Indonesia
  • English (UK)
Senin, 14 Desember 2020 14:05

Klasifikasi Protista Menyerupai Jamur Beserta Contohnya

Rate this item
(0 votes)
Advertisement
Continue Reading Below

Protista yang menyerupai jamur ini mempunyai struktur tubuh dan cara reproduksi yang tidak sama dengan kelompok Fungi. Cara reproduksi jamur lendir hampir sama dengan Fungi, tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam kingdom Fungi karena gerakan pada fase aseksualnya lebih mirip dengan Amoeba. Sementara itu, jamur air lebih menyerupai ganggang pada struktur molekulnya, hanya saja tidak mengandung klorofil.

Jamur golongan ini mempunyai struktur tubuh dan cara bereproduksi yang berbeda dari kelompok jamur pada umumnya. Karena gerakan dan reproduksinya mirip dengan Amoeba sehingga dimasukkan dalam anggota Protista. Protista yang termasuk klasifikasi ini adalah filum Oomycota dan Myxomycota. Ini disebabkan pada satu tahap dalam daur hidupnya, yaitu pada fase vegetatif, jamur tersebut mampu bergerak seperti protozoa.

Klasifikasi Protista Menyerupai Jamur

1. Filum Jamur Air (Oomycota)

Jamur ini hidup di tempat yang lembap atau air, oleh sebab itulah disebut sebagai “jamur air”. Bagaimana bentuk dari jamur ini? Perhatikan gambar dibawah ini!

filum jamur air oomycota

Terlihat bahwa benang-benang hifanya tidak bersekat melintang dan dijumpai inti dalam jumlah yang banyak. Dinding selnya terdiri atas selulose. Ciri khas dari jamur ini adalah menghasilkan sel berflagela yang berguna untuk berenang di dalam air, sedangkan pada jamur yang lain tidak pernah menghasilkan flagela. Oleh karena itulah filum ini dimasukkan dalam Protista.

Bagaimana cara jamur air memperbanyak diri? Seperti pada organisme lain, jamur ini berkembang biak secara aseksual dan seksual. Secara aseksual dia menghasilkan spora berflagel yang disebut “zoospora” dan secara seksual dengan membentuk gamet jantan dan betina, kemudian terjadilah fertilisasi dan terbentuklah zigot yang tumbuh menjadi oospora yang mempunyai dinding tebal. Pada waktu terjadi fase istirahat, dinding ini digunakan untuk perlindungan, kemudian oospora akan tumbuh menjadi benang-benang baru yang disebut hifa.

klasifikasi protista menyerupai jamur beserta contohnya

Spora yang dihasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai pelindung. Pada kondisi tertentu, spora akan tumbuh menjadi hifa baru. Lebih jelasnya lagi bahwa jamur ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Dinding sel berupa selulosa,
  2. Mempunyai banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat, dan
  3. Berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan zoospora. Zoospora ini dilengkapi dengan alat berenang berupa dua buah flagel.

Contoh Oomycota adalah sebagai berikut:

  • Phytophthora,
  • Saphrolegnia,
  • dan Pythium.

Phytophthora adalah jamur karat putih yang dapat hidup secara saprofit atau parasit. Jamur yang hidup secara parasit, misalnya, P. nicotin (tembakau), P. palmifera (kelapa), dan P. infestans (kentang).

Saprholegnia mempunyai miselium dan hifa sebagai alat reproduksi. Jamur ini merupakan saprofit pada hewan air yang telah mati. Jamur ini dikatakan mempunyai spora kembar disebut dimorf.

Apa peranan jamur (Oomycota) ini? Organisme-organisme ini mempunyai sifat ekonomis yang tidak begitu penting. Misalnya, Saprolegnia hidup sebagai saprofit pada bangkai-bangkai hewan di air seperti jika kalian melihat pada ikan yang sudah mati. Dengan demikian, di dalam air tidak dipenuhi bangkai makhluk hidup dan juga sampah.

2. Filum Jamur Lendir (Mycomycota)

filum jamur lendir mycomycota

Anggota kelompok ini dikenal sebagai jamur lendir karena mempunyai masa berlendir yang menyebar dalam daur hidupnya yang disebut dengan plasmodium’. Plasmodium ini mempunyai banyak nukleus.

Apa yang dimaksud dengan ‘plasmodium’? Pengertian ‘plasmodium’ di sini tidak sama dengan plasmodium malaria seperti yang sudah Anda pelajari di depan. Plasmodium merupakan masa protoplasma yang telanjang (tanpa dinding), ukuran dan warnanya sangat beragam, dan dapat berubah-ubah bentuknya pada saat merayap di atas permukaan substrat atau medium yang ditempatinya. Dalam keadaan yang menguntungkan, misalnya tersedia makanan, maka plasmodium dapat bergerak-gerak seperti Amoeba menyerbu makanannya tersebut sambil tumbuh, sehingga ukurannya semakin bertambah.

Apabila keadaan tidak sesuai untuk pertumbuhan, misalnya kekeringan atau tidak ada makanan, maka organisme ini menjadi tidak aktif dan akan berubah sifatnya menjadi tubuh buah/tangkai-tangkai yang akan menghasilkan spora seperti jamur. Spora tersebut akan tumbuh dan berkembang, kemudian menjadi matang. Setelah matang, akan pecah dan akan menyebar dibantu oleh angin. Jika jatuh di tempat yang cocok, maka akan berkecambah dan membentuk sel-sel tunggal yang bergerak dengan flagela dan pseudopodia. Selanjutnya, sel-sel itu berpasangan dan mulailah terjadinya pembentukan plasmodium yang baru.

Dengan keunikan dalam daur hidupnya, maka jamur ini dikelompokkan dalam anggota Protista seperti jamur. Agar lebih jelas, cobalah amati gambar dibawah ini!

pertumbuhan protista jamur myxomycota

Keterangan dari gambar pertumbuhan protista Myxomycota diatas adalah

  1. Tahapan plasmodium/amoeboid
  2. Berkumpul dan bergerak memusat
  3. Bentukan seperti siput tak bercangkang bergerak menuju cahaya
  4. Pergerakan berhenti, mulai terbentuknya sporangium
  5. Kepala sporangium (badan buah)
  6. Sporangium saling berkumpul

Makanan apa saja yang dibutuhkan jamur tersebut? Jika kita lihat dari tempat hidupnya, yaitu hidup di hutan basah, batang kayu yang membusuk, sampah basah, tanah lembap, maka makanan yang dibutuhkan adalah bahan organik, bakteri, daun, atau kayu-kayu yang mati.

contoh filum jamur lendir mycomycota

Ciri-ciri jamur lendir (Mycomycota) adalah sebagai berikut:

  1. Bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak berdinding;
  2. Berinti banyak, bersel satu atau bersel banyak;
  3. Struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba, berbentuk seperti lendir (plasmodium), tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi;
  4. Berkembang biak secara aseksual dan seksual. Pencernaan makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. Pada tingkat dewasa, Plasmodium akan membentuk kotak spora seperti pada Fungi. Setelah matang, kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai Amoeba. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot;
  5. Biasa hidup di hutan-hutan basah, tanah lembap, batang kayu yang membusuk, kayu lapuk, atau sampah basah.

Dua Jenis Jamur lendir (Mycomycota)

a. Jamur Lendir Bersekat (Acrasiomycota)

Acrasiomycota dinamakan juga jamur lendir bersekat. Pada saat Plasmodium membesar dan inti sel membelah sel individu tetap terpisah saat bergabung membentuk pseudoplasmodium. Saat makanan berkurang zat kimia yang dikeluarkan oleh Amoeba akan bergabung membentuk Plasmodium. Plasmodium akan bergerak ke arah cahaya. Pada saat ada makanan, Plasmodium akan berhenti bergerak dan membentuk tubuhnya yang mengandung spora reproduksi. Pada saat kondisi menguntungkan, spora yang tertinggal akan membentuk Amoeba baru dan siklus akan berulang.

b. Jamur Lendir Tidak Bersekat (Myxomycota)

Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat. Jamur ini berinti banyak, setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat, bersifat uniseluler ataupun multiseluler, dan dapat bergerak bebas. Jamur lendir hidup di batang kayu yang membusuk, tanah lembap, sampah basah, kayu lapuk, dan di hutan basah.

Jamur lendir dapat berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. Fase vegetatif Plasmodium bergerak amoeboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. Makanan dicerna dalam vakuola makanan. Sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. Jika telah dewasa, Plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). Sporangium yang masak akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid, kemudian sel gamet ini melakukan singami. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa.

Pada Myxomycota, massa berinti banyak yang disebut Plasmodium (jangan dikacaukan dengan plasmodium penyebab malaria), bergerak berpindah tempat di tanah atau sepanjang dasar hutan, di daun, kayu busuk untuk memakan bakteri. Plasmodium mempunyai banyak inti, tetapi tidak dapat dibagi menjadi beberapa sel-sel terpisah. Myxomycota yang sedang bergerak dapat seukuran buah anggur. Saat Plasmodium membesar, intinya membelah. Sebaliknya, pada Acrasiomycota, sel-sel individu tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmodium atau massa multiseluler.

Kesimpulan Protista Menyerupai Jamur

Jamur lendir ini dikelompokkan dalam dua tipe, yaitu jamur lendir tidak bersekat seperti Physarum dimasukkan dalam Myxomycota dan jamur lendir bersekat seperti Dictyostelium discoideum dimasukkan dalam Acrasiomycota. Apa perbedaan kedua tipe jamur tersebut? Karena Myxomycota tidak bersekat maka sel-selnya tidak dapat dipisahkan dan mempunyai banyak inti, sedangkan  yang bersekat Acrasiomycota berupa kumpulan sel-sel yang dapat dipisahkan.

Apa peranan jamur lendir bagi kehidupan? Sama halnya dengan jamur air, beberapa jamur lendir jika hidup parasit pada tanaman akan menginfeksi akar tanaman yang menyebabkan pembengkakan akar dan penyakit yang dikenal dengan ‘bengkak akar’. Tanaman yang terserang jamur ini akarnya akan membusuk dan lama kelamaan akan mati. Infeksi terjadi bila zoospora menembus anak akar tanaman inangnya dan segera menjadi miksamoeba (organisme amoeboid yang telanjang) yang tumbuh menjadi plasmodium. Selanjutnya, plasmodium akan tumbuh sehingga ukurannya bertambah yang mengakibatkan akar-akar tanaman inang membengkak. Saat infeksi itu berlangsung, spora-spora pun ikut terbentuk dan akan menghuni sel-sel tanaman inang sampai sel-sel itu menjadi busuk, kemudian spora-spora dibebaskan dan siap menginfeksi bibit tanaman baru, seperti pada kubis dan kentang yang dapat rusak sehingga menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan akhirnya akan mati sebelum waktunya. Misalnya, Phytium penyebab penyakit rebah semai yang merusak bibit tanaman.

Advertisement
Continue Reading Below
Advertisement
Continue Reading Below
Advertisement
Continue Reading Below
Read 420 times Last modified on Kamis, 03 Jun 2021 19:25
Artikel Rekomendasi

MA AL Ahrom Karangsari

Madrasah yang berdiri sejak tahun 2009, terletak di jalan Nangka No. 45 Karangsari, Karangtengah, Demak.

DMCA.com Protection Status

Social Media Madrasah AL AHROM

Social Media Share Kami

facebook icon smallyoutube icon small

Mari Follow dan Ikuti setiap kegiatan MA AL Ahrom Karangsari di social media kami.

  • Bahasa Indonesia
  • English (UK)