• Bahasa Indonesia
  • English (UK)
Advertisement
Continue Reading Below
Sabtu, 22 Mei 2021 16:00

Efisiensi Pareto : Konsep, Model, Serta Kondisi Tercapainya

Rate this item
(1 Vote)
Advertisement
Continue Reading Below

Dalam konteks kaitannya dengan penyediaan barang publik oleh pemerintah, maka yang menjadi tujuan akhir adalah meningkatkan kondisi pareto (pareto improvement) yang belum efisien. Contohnya, ketika pemerintah melaksanakan pembangunan jembatan, mereka berharap masyarakat yang menggunakan jembatan tersebut dapat membayar sejumlah tarif yang ditentukan untuk menutup biaya konstruksi dan perawatan dari biaya jembatan tersebut.

konsep efisiensi pareto

Kondisi tersebut menggambarkan kondisi peningkatan pareto yaitu perubahan di mana seseorang menjadi lebih baik dan pelaku ekonomi lainnya pun tidak dirugikan. Para ekonom percaya bahwa peningkatan pareto menjadi tujuan sehingga setiap kebijakan harus ditempatkan dalam tujuan untuk meningkatkan pareto yang disebut sebagai prinsip pareto (pareto principle)

Prinsip pareto sendiri muncul dikarenakan masalah dalam ekonomi adalah keterbatasan sumber daya (scarcity). Dengan asumsi bahwa sumber daya terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang terbatas maka ilmu ekonomi mempelajari alokasi sumber daya agar efisien. Dalam ilmu ekonomi dipelajari bagaimana keputusan ekonomi diambil oleh para pelaku ekonomi yang memaksimalkan tujuan melalui kompetisi di pasar, sehingga sumber daya dialokasikan secara efisien

Guna memenuhi efisiensi ini, maka muncullah konsep efisiensi pareto, dimana konsep efisiensi dalam literatur ekonomi, biasanya mengacu pada sebuah konsep yang disebut dengan efisiensi pareto (pareto efficiency) atau pareto optimal.

Pareto optimal dijelaskan sebagai sebuah kondisi di mana sudah tidak mungkin lagi mengubah alokasi sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku ekonomi (better off) tanpa mengorbankan pelaku ekonomi yang lain (worse off). Dengan kata lain, kondisi pareto terjadi ketika semua pelaku ekonomi sudah mencapai kondisi kesejahteraan yang optimum.

Model Efisiensi Pareto

Model efisiensi ini menimbulkan asumsi yang sangat terbatas, yaitu :

  1. Sebuah pasar yang lengkap untuk semua yang terkait dengan masa depan dan untuk semua resiko.
  2. Tidak ada eksternalitas dalam fungsi utilitas konsumen atau fungsi produksi suatu perusahaan.
  3. Harga pasar diketahui dengan pasti dan semua pasar harus memiliki informasi yang sempurna.
  4. Konsumen memaksimalkan utilitasnya dan kurva indiferennya berdasarkan tingkat pertukaran marjinal.

Kondisi Tercapainya Pareto

Kondisi yang diperlukan untuk mencapai Pareto optimal ada dua, yaitu :

  1. Efisiensi dalam konsumsi terjadi ketika kurva indiverens seorang konsumen bersinggungan dengan garis anggaran atau budget line. Dalam keadan ini seorang konsumen akan mendapatkan tingkat kepuasan tertinggi dengan biaya paling sedikit yang perlu dikeluarkan.
  2. Efisiensi dalam produksi terjadi ketika seorang produsen dapat menghasilkan sebuah produk dengan anggaran seminimal mungkin namun dapat menghasilkan produk tersebut secara maksimal.

Sedangkan kondisi dasar untuk efisiensi pareto meliputi sebagai berikut:

Efisiensi Pertukaran (exchange efficiency)

Efisiensi pertukaran berfokus pada distribusi barang, diasumsikan semua barang telah terdistribusi, sehingga dalam efisiensi pertukaran tidak ada pelaku ekonomi yang menjadi lebih baik (better off) tanpa mengorbankan pelaku ekonomi lainnya (worse off).

Efisiensi pertukaran juga berarti tidak ada cakupan untuk perdagangan atau bisa dikatakan pertukaran tersebut saling menguntungkan. Efisiensi pertukaran diilustrasikan dengan Gambar II.2 atau yang biasa disebut Edgeworth Bowley diasumsikan bahwa OA dan OB merupakan konsumsi pelaku X dengan dua barang.

Sedangkan OA’ dan OB’ merupakan konsumsi pelaku Y dengan dua barang. Pareto efisiensi merupakan tangen dari kurva indiferen (E) di mana marginal rate of substitution (MRS) dari kedua barang A atau B sama. Lihat contoh gambarnya dibawah ini:

 
Efisiensi Pertukaran exchange efficiency
Gambar Efisiensi Pertukaran exchange efficiency

Dalam ekonomi pertukaran, perdagangan antara individu satu dengan lainnya akan membuat masing-masing individu better-off sampai kondisi pareto optimum.

Analisis efisiensi dalam ekonomi pertukaran didasarkan kepada dua asumsi dasar, yaitu:

  1. Kedua individu mengetahui preferensi satu sama lain
  2. Pertukaran barang costless

Secara matematis ekonomi pertukaran merupakan fungsi dari utilitas, barang yang diperdagangkan dan endowment masing-masing individu.

Ε=kumpulan individu = {uij,xij,wij,i=1,2;j=1,2}

Dimana i adalah individu yang dalam kasus ini terdiri dari dua orang dan j adalah jumlah barang, dalam kasus ini terdiri dari dua barang. Variabel u menunjukkan utilitas masing-masing individu terhadap barang j. Variabel x menunjukkan barang yang akan diperdagangkan dalam ekonomi pertukaran tersebut dan w menunjukkan endowment pada awal sebelum ada perdagangan yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Efisiensi Produksi

Efisiensi produksi adalah efisiensi menyangkut biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan output tertentu. Jika produsen tidak efisien secara produktif berarti dapat memproduksi barang lebih banyak tanpa mengurangi produksi dari barang yang lain.

Dikatakan efisien semua unit kegiatan ekonomi (UKE) yang beroperasi sepanjang kurva batas produksi (production frontier). Selain dengan pendekatan Production Possibility Frontier (PPF), efisiensi produksi juga melalui pendekatan kendala anggaran (budget constraint) dimana terdapat isocost line yang memberikan kombinasi input dari biaya

Gambar Isoquants dan Isocost Line dibawah ini menjelaskan kombinasi 2 input yaitu X (tenaga kerja) dan Y (tanah) yang memproduksi input yang sama.

Efisiensi Produksi dan Production Possibility Frontier
Gambar Efisiensi Produksi dan Production Possibility Frontier

 

Isoquants dan Isocost Line
Gambar Isoquants dan Isocost Line

Kurva Q1 memproduksi output yang lebih tinggi daripada Q2. Slope dari kurva isoquant disebut marginal rate of technical substitution (MRTS). Kurva isocost merupakan kombinasi input di mana biaya untuk memproduksi barang dengan jumlah yang sama. Slope dari kurva isocost merepresentasikan harga relatif dari dua input.

Suatu unit kegiatan ekonomi memaksimisasi jumlah output yang diproduksi, dengan memberikan tingkat pengeluaran dari input di mana isoquant merupakan tangen dari isocost sehingga MRS sama untuk harga relatif. Dalam ekonomi persaingan, semua UKE menunjukkan harga yang sama karena UKE dalam menggunakan input tenaga kerja dan tanah mengatur agar MRTS sama untuk harga yang relatif.

Efisiensi Produksi
Gambar Efisiensi Produksi

Pada Gambar Efisiensi Produksi diatas atau yang juga disebut kotak Edgeworth Bowley dengan garis horisontal adalah penggunaan input tenaga kerja, sedangkan garis vertikal adalah penggunaan input tanah.

Demikianlah dari kami tentang pembahasan efisiensi pareto dari konsep, model, hingga kondisi tercapainya. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Advertisement
Continue Reading Below
Advertisement
Continue Reading Below
Advertisement
Continue Reading Below
Read 459 times Last modified on Sabtu, 22 Mei 2021 16:46
Artikel Lainnya

MA AL Ahrom Karangsari

Madrasah yang berdiri sejak tahun 2009, terletak di jalan Nangka No. 45 Karangsari, Karangtengah, Demak.

DMCA.com Protection Status

Social Media Madrasah AL AHROM

Social Media Share Kami

facebook icon smallyoutube icon small

Mari Follow dan Ikuti setiap kegiatan MA AL Ahrom Karangsari di social media kami.

  • Bahasa Indonesia
  • English (UK)