Senin, 11 Januari 2021 16:10

Tahapan Proses Produksi Massal Serta Faktor yang Mempengaruhinya

Rate this item
(42 votes)
Advertisement
Continue Reading Below

Proses produksi massal dilakukan secara kontinuitas atau terus menerus dimana bahan yang diolah harus melalui beberapa tahapan pengerjaan secara berkesinambungan, sehingga bahan yang di olah bisa menjadi barang yang utuh atau jadi dan siap di pasarkan.

Tahapan produksi massal diawali dengan perencanaan produksi yang matang, selanjutnya perencanaan produksi diawali dengan penentuan produk, penyaringan ide dan gagasan, pembuatan desain produk, dan gambar kerja produk, dilanjutkan dengan pembuatan dan pengujian fungsi ptototipe produk.

Tahapan proses produksi massal

Setelah prototipe melalui proses pengujian dan mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan, maka proses selanjutnya adalah memproduksi produk tersebut dalam jumlah yang banyak atau produksi secara massal.

Sebelum dilakukan produksi secara massal, seorang wirausahawan memerlukan perencanaan proses produksi dengan beberapa tahapan yang harus dilakukan. Pada pembahasan kali ini saya akan menjelaskan mengenai tahapan, prinsip, dan faktor yang mempengaruhi produksi massal dalam berbisnis.

Tahapan Produksi Massal Barang

  1. Penyusunan urutan proses produksi (Routing)

Routing adalah langkah pertama yang dilakukan dalam perencanaan produksi dan kontrol. Routing merupakan proses penentuan urutan proses produksi.Routing perbaikan atau kontrol yang digunakan pada hal berikut.

  1. Jumlah dan mutu produk.
  2. Sumber daya produksi, seperti tenaga kerja, peralatan, bahan baku, dan lainnya.
  3. Jenis, jumlah dan urutan operasi manufaktur.
  4. Tempat pembuatan produk.

Routing dapat dibuat dengan sederhana atau kompleks tergantung dari sifat produksi. Dalam produksi massal lebih baik memakai routing yang sederhana. Namun, dalam job order atau pesanan khusus, routing yang digunakan adalah routing kompleks.

Tujuan utama dari routing untuk menentukan jalur atau ururtan operasi produksi yang terbaik dan termurah yang dapat diterapkan di pabrik. Sehingga dengan tahap routing ini akan memberikan kemudahan untuk semua lini produksi dalam mencapai tujuan dari perusahaan.

  1. Scheduling

Penjadwalan adalah langkah kedua setelah routing. Penjadwalan berarti sebagai berikut.

  1. Mengetahui jumlah pekerjaan yang harus diperbaiki.
  2. Membuat daftar prioritas operasi manufaktur yang berbeda.
  3. Memperbaiki memulai dan menyelesaikan, tanggal dan waktu, untuk setiap operasi.

Penjadwalan juga dilakukan untuk sumber daya yang dibutuhkan dalam proses produksi. Hal tersebut dapat membantu seorang wirausaha untuk untuk memanfaatkan waktu secara optimal, karena semua rencana produksi sudah disusun secara sistematis.

  1. Dispaching

Dispatching merupakan tahap penetapan dan penentuan proses pemberian serta pembagian tugas yang telah disesuaikan dengan tahap routing dan scheduling.Dispatching berarti memulai proses produksi.

  1. Follow-up

Tahap ini merupakan tahap penetapan dan penentuan berbagai kegiatan, seperti pengadan bahan baku produk dari luar, pembelian, dan pemesananya. Hal itu dilakukan untuk mengkoordinasikan semua perencanaan produksi. Selain pengadaan bahan baku, aspek lain yang harus diperhatikan dalam tahap ini adalah penetapan peralatan apa saja yang akan digunakan. Tindak lanjut menghilangkan kesulitan-kesulitan ini dan memungkinkan kelancaran produksi.

  1. Menyampaikan jadwal pada pemesan

Tahap ini adalah akhir dari penetapan produksi massal yang nantinya akan di informasikan kepada konsumen kapan produk siap untuk di distribusikan.

Prinsip-prinsip yang Harus Dipertimbangkan dalam Menetapkan Skala Produksi

Penentuan skala produksi baik produksi secara massal maupun produksi sesuai pesanan khusus, harus memperhatikan beberapa prinsip berikut ini.

  1. Penentuan skala produksi sesuai dengan tujuan perusahaan, artinya jangan sampai ada perubahan tujuan perusahaan dikarenakan skala produksi yang terlanjur ditentukan.
  2. Skala produksi bersifat sederhana dan praktis, sehingga mudah dilaksanakan oleh siapa pun.
  3. Skala produksi yang telah ditetapkan bermanfaat dalam memberikan analisis dan klasifikasi mengenai kegiatan proses produksi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Massal

Dalam kegiatan produksi membutuhkan faktor produksi. Beberapa faktor yang memperngaruhi di antaranya sumber daya alam, sumber daya manusia atau tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.

  1. Sumber Daya Alam

Merupakan segala sesuatu yang tersedia di alam yang menunjang proses pembuatan produk, seperti tanah, iklim, cuaca, air, laut, dan sebagainya. Faktor alam termasuk ke dalam faktor produksi karena selain menunjang proses produksi faktor alam pun dapat memberikan nilai tambah produk.

Misalnya pada saat kita memproduksi tanaman sayuran, maka faktor alam seperti tanah, iklim, ketinggian tempat, suhu pH dan sebagainya sangat berperan penting untuk menghasilkan tanaman sayuran yang berkualitas.

  1. Sumber Daya Manusia

Faktor produksi tenaga kerja atau sumber daya manusia terdiri dari dua kelompok, yaitu tenaga kerja berdasarkan kualitasnya dan tenaga kerja berdasarkan sifat pekerjaannya.

Tenaga kerja berdasarkan kualitasnya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

  1. Tenaga kerja terdidik merupakan tenaga kerja yang menempuh pendidikan formal, seperti contohnya guru, dokter, insinyur, dan sebagainya.
  2. Tenaga kerja terampil yaitu tenaga kerja yang mengutamakan pengalaman dan keahlian tertentu, seperti contohnya sopir, koki, penjahit, dan sebagainya.
  3. Tenaga kerja kasar merupakan tanaga kerja yang tidak membutuhkan pendidikan formal maupun pengalaman atau keahlian secara khusus, seperti contohnya tukang beca, tukang kebun, kuli angkut, buruh tani, dan sebagainya.

Sedangkan tenaga kerja berdasarkan sifat pekerjaannya dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

  1. Tenaga kerja jasmani lebih mengutamakan tenaga dalam melakukan pekerjaannya, seperti tukang cuci, kuli bangunan, dan sebagainya.
  2. Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang lebih mengandalkan pikiran dan perasaan dalam melakukan pekerjaannya, misalnya psikolog, pelukis, dan sebagainya.

Faktor sumber daya alam dan sumber daya manusia merupakan faktor produksi langsung. Karena dengan hanya menggunakan kedua faktor produksi tersebut proses produksi dapat dilakukan meskipun dalam jumlah yang sedikit.

Dengan adanya perkembangan zaman, kebutuhan manusia pun semakin meningkat, sehingga kegiatan produksi produk pun semakin hari semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Oleh karena itu, diperlukan faktor produksi lain selain sumber daya alam dan sumber daya manusia, yaitu modal dan keahlian menejarial atau kemampuan untuk mengelola suatu usaha.

  1. Modal

Untuk membantu kelancaran produksi, modal sangatlah penting. Modal dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.

Modal menurut asalnya, terdiri dari berikut ini.

  1. Modal sendiri, yaitu keuangan perusahaan yang berasal dari perusahaan itu sendiri
  2. Modal asing, yaitu keuangan perusahaan yang berasal dari pinjaman luar perusahaan.

Modal menurut bentuknya, terdiri dari berikut ini.

  1. Modal konkrit atau nyata, yaitu modal berupa peralatan dan perlengakapan perusahaan.
  2. Modal abstrak atau tidak nyata, yaitu modal berupa nama baik, merek dagang, hak paten, dan lain sebagainya.

Modal menurut sifatnya, terdiri dari berikut ini.

  1. Modal tetap adalah segala jenis aset fisik nyata yang digunakan berulang kali dalam produksi suatu produk.
  2. Modal lancar merupakan bagian dari modal perusahaan yang digunakan untuk operasi sehari-hari, dan karena itu diharapkan bahwa perusahaan mempertahankan aset lancar jauh lebih banyak daripada kewajiban lancar.

Tingkat modal perusahaan saat ini juga merupakan ukuran seberapa baik perusahaan mampu memenuhi kewajiban dan hutang jangka pendeknya disebut aktiva lancar bersih atau modal kerja.

  1. Keahlian Manajerial

Keahlian manajerial adalah kemampuan mengelola kegiatan produksi dengan efektif dan efisien. Keahlian manajerial juga sering disebut sebagai kewirausahaan. Ada beberapa keahlian yang harus dimiliki dalam faktor produksi ini, daintaranya sebagai berikut.

a. Manajerial skill, yakni pengetahuan dan kemampuan individu dalam posisi manajerial untuk memenuhi beberapa kegiatan atau tugas manajemen tertentu. Pengetahuan dan kemampuan ini dapat dipelajari dan dipraktikkan. Namun, mereka juga dapat diperoleh melalui implementasi praktis dari kegiatan dan tugas yang diperlukan.

b. Technical skill atau keterampilan teknis mengacu pada pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk menyelesaikan tindakan, tugas, dan proses yang rumit yang berkaitan dengan teknologi komputasi dan fisik serta beragam kelompok perusahaan lain. Mereka yang memiliki keterampilan teknis sering disebut sebagai "teknisi", seperti ,teknisi audio, teknisi elektronik, teknisi pasar, teknisi komputer, teknisi teknik, dan berbagai sebutan lain. Keterampilan teknis adalah yang praktis, biasanya terkait dengan bidang mekanika, teknologi informasi, matematika, dan sains. Merupakan keahlian yang sifatnya teknis dalam pelaksanaan proses produksi sehingga proses produksi tersebut bisa berjalan dengan baik.

c. Organizational skill atau keahlian organisasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan proses untuk menyelesaikan sesuatu dengan mengagumkan dan efektif. Itu tidak melekat tetapi keterampilan yang diperoleh yang harus dikembangkan dan diasah dengan waktu untuk membuatnya lebih sempurna dan efektif.

Advertisement
Continue Reading Below
Advertisement
Continue Reading Below
Advertisement
Continue Reading Below
Read 1040 times Last modified on Kamis, 03 Jun 2021 19:32
Artikel Rekomendasi

MA AL Ahrom Karangsari

Madrasah yang berdiri sejak tahun 2009, terletak di jalan Nangka No. 45 Karangsari, Karangtengah, Demak.

DMCA.com Protection Status

Social Media Madrasah AL AHROM

Social Media Share Kami

facebook icon smallyoutube icon small

Mari Follow dan Ikuti setiap kegiatan MA AL Ahrom Karangsari di social media kami.

  • Bahasa Indonesia
  • English (UK)